Halo, Teman Nonton. Apa drama seri yang sedang kalian tonton saat ini? Drakor, dracin, atau dorama? Saya memilih mengisi waktu menyetrika sambil menonton drama Malaysia. Entah mengapa, belakangan saya menemukan sesuatu yang unik ditawarkan oleh drama Malaysia dan itu jarang kita temukan dalam drama Indonesia. Nilai-nilai komunikasi Islam dalam hubungan antartokoh serta amanat cerita.
Menariknya
lagi, drama ini dibintangi oleh Fattah Amin dan Neelofa. Katanya, ini drama
seri yang membuat nama keduanya melejit di dunia hiburan Malaysia. Selain itu, Suri
Hati Mr. Pilot ini juga diadaptasi dari novel berjudul sama karya Dila
Dyna.
Apa
yang membuat saya bertahan menamatkan puluhan episode menonton Suri Hati Mr.
Pilot? Sederhana, ceritanya yang manis dan nilai Islam yang disisipkan
dalam setiap episodenya.
![]() |
| Suri Hati Mr. Pilot (2016) |
Bermula dari Warda dan Ejaz
Cerita
bermula dari Warda yang menolak perjodohan dengan Ejaz dengan cara yang
menyakitkan. Pada hari pernikahan, dia kabur ke luar negeri dan kembali setelah
selesai kuliah. Mereka bertemu kembali pada momen yang tidak disangka, tetapi
tidak saling tahu bahwa mereka memiliki masa lalu yang pelik. Saat sadar di
antara mereka pernah ada ikatan yang belum selesai, keduanya merasa canggung
sekaligus kesal.
Keduanya
terpaksa menikah demi menghindari perjodohan kembali dengan orang asing. Namun,
saat-saat perjodohan dan memulai rumah tangga itu, ada saja sandungan yang
mereka dapatkan. Pekerjaan Ejaz sebagai pilot mengharuskan Ejaz berada pada
jarak yang jauh dari Warda. Kondisi ini membuat Warda kesepian dan cemas. Di sisi
lain, keduanya masih saling gengsi untuk mengungkapkan perasaan.
Di saat
rumah tangga mereka sedang diuji soal perasaan, orang ketiga dari masa lalu
masing-masing justru masuk sebagai ujian. Kehadiran Inara dan Daniel dalam
rumah tangga mereka justru memicu fitnah dan salah sangka. Puncaknya adalah
kesalahpahaman Ejaz yang terus-menerus merusak kepercayaan Warda. Hubungan mereka
berujung pada perpisahan sementara. Mereka kembali bertemu pada saat yang tidak
terduga, dan hati mereka sudah siap untuk saling terbuka.
Komunikasi Adalah Kunci Utama Rumah Tangga
Hubungan
Warda dan Ejaz cukup manis untuk dinikmati sebagai hiburan. Namun, di balik
manisnya kisah cinta mereka yang tarik-ulur, ada amanat yang ingin digambarkan
oleh Fairul Nizam Ablah dan Mamu Vies sebagai penulis skenarionya. Sebagian besar
kesalahpahaman yang terjadi antara Warda dan Ejaz disebabkan oleh kurangnya
komunikasi di antara keduanya.
Mengungkapkan
perasaan dan mendengarkan pasangan secara terbuka adalah fondasi untuk mencegah
kesalahpahaman di antara keduanya. Seandainya dari awal mereka tidak saling
gengsi untuk terbuka dan mengungkapkan apa yang terjadi di antara mereka, tentu
saja keretakan rumah tangga mereka tidak akan terjadi. Apalagi saat-saat ketika
Ejaz ataupun Warda merasa terpuruk dengan situasi hidup mereka.
![]() |
| Ejaz dan Warda dalam Suri Hati Mr. Pilot [Photo: Search by Google] |
Jangan Mengambil Keputusan Saat Emosi
Baik
Ejaz maupun Warda sama-sama memiliki karakter keras dan selalu impulsif dalam
mengambil keputusan. Keduanya membuat keputusan yang merugikan diri sendiri
soal perasaan justru saat sedang marah. Ejaz, dengan emosinya, melakukan
tindakan yang amat membebani dirinya selama bertahun-tahun. Begitu juga dengan
Warda yang keras kepala.
Dari
Suri Hari Mr. Pilot, kita diingatkan untuk tidak mengambil keputusansaat emosi. Singkirkan emosi, diam terlebih dahulu; setelah tenang, barulah
membuat keputusan. Mengambil keputusan di saat sedang emosi hanya akan
merugikan diri sendiri.
Pentingnya Saling Memaafkan dan Mengikhlaskan Masa Lalu
Sebelum
menikah, Ejaz dan Warda sama-sama memiliki masa lalu asmara. Ejaz pernah dekat
dengan Inara, seorang pramugari yang masih tidak bisa move on sekalipun
Ejaz sudah memilih Warda. Begitu juga dengan Warda yang pernah dekat dengan
Daniel dan pernah meninggalkan majlis pernikahan demi kawin lari dengan Daniel.
Sayangnya, pernikahan Daniel tidak pernah terjadi. Ini pula yang membuatnya patah
hati berlapis-lapis.
Kesalahan
mereka adalah belum mengikhlaskan masa lalu masing-masing. Mereka masih saling
mencurigai ketika masa lalu mereka muncul sebagai orang ketiga. Setelah mereka
belajar mengikhlaskan masa lalu, keduanya saling menerima dan saling berbaik
sangka.
Kepercayaan Menjadi Pondasi Utama Hubungan Jarak Jauh
Menjadi
istri seorang pilot bukan saja berarti hidup dalam kecemasan, tetapi juga
menghadapi krisis kepercayaan. Apalagi, hubungan antara pilot dan pramugari
tidak memiliki jarak. Kepercayaan adalah fondasi utama hubungan mereka.
![]() |
| Johan, Warda, dan Ejaz [Photo: Search by Google] |
Kehidupan
dengan pilot sama seperti menjalani kehidupan jarak jauh, yang menjadikan
kepercayaan sebagai kunci. Warda memilikinya, tapi saat Inara hadir sebagai
orang ketiga yang mencampuri urusan Ejaz, semuanya berubah. Kepercayaan yang
awalnya begitu kuat malah meluntur karena rasa curiga.
Menjaga Diri dari Campur Tangan Pihak Ketiga
Kekuatan
terbesar dalam rumah tangga adalah membentengi diri dari campur tangan pihak
ketiga. Inilah yang paling minim di antara mereka. Baik Warda maupun Ejaz masih
belum bisa sepenuhnya lepas dari masa lalu yang justru menjadi orang ketiga dalam
rumah tangga mereka.
Dalam
Suri Hati Mr. Pilot, Hadith Omar dan Michael Ang (sutradara) memberikan
gambaran yang jelas tentang apa yang terjadi ketika rumah tangga dicampuri oleh
pihak ketiga. Beruntung mereka hanya berpisah sementara, meski pada akhirnya
orang-orang di sekitarnya sangat membenci Warda.
Tanggung Jawab dan Profesionalisme dalam Pekerjaan
Hal
yang baik dari drama ini adalah memperlihatkan profesionalisme dalam pekerjaannya.
Pekerjaan sebagai pilot melibatkan banyak pihak. Seberat apapun masalah yang
dihadapi, memperhatikan kesalamatan orang banyak tetaplah menjadi priooritas
utama dalam menjalankan pekerjaan.
Meskipun
digambarkan sebagai insinyur, pekerjaan Warda tidak terlalu banyak diceritakan dalam
cerita ini. Warda digambarkan lebih banyak perannya sebagai seorang istri
daripada insinyur.
Restu dan Nasihat Orang Tua Sangat Berharga
Kegagalan
cinta Warda di masa lalu tak lepas dari ketidakhadiran restu orang tua. Warda memilih
kabur bersama Daniel, tapi Daniel memilih perempuan lain yang mengaku hamil
anak Daniel. Dalam kegamangan perasaan, Warda memilih untuk kabur.
Saat
itu dijelaskan alasan mengapa orang tua Warda tidak setuju dengan pernikahan Warda
dan Daniel. Mereka masih sepupu. Meski secara agama sah, orang tua Warda sudah
menjodohkan Warda dengan Ejaz. Bukan dengan sepupunya sendiri.
Keberanian Untuk Mengakui Kesalahan
Mengakui
kesalahan merupakan hal yang sulit untuk dilakukan. Sepertinya memang ini
dialami oleh setiap manusia. Meskipun hanya sebuah drama yang menggambarkan
sisi manis pasangan romantis setiap saat, ada realitas yang jelas tergambarkan
dalam Suri Hari Mr. Pilot. Keberanian untuk mengakui kesalahan.
Seperti
kebanyakan drama dan kisah romansa, keberanian untuk mengakui kesalahan baru muncul
pada akhir cerita untuk menutup cerita dengan happy ending. Pada akhirnya
mereka memang sama-sama mengakui kesalahan di masa lalu. Ini juga menjadi awal perbaikan
rumah tangga mereka.
Pentingnya Kesabaran dalam Membina Keluarga
Pernikahan
tidak seindah tayangan drama. Itu juga yang ingin disampaikan dari setiap
episode demi episode yang menggambarkan hubungan rumah tangga mereka. Kesabaran
memang kunci utama, sehingga ketika keduanya mengedepankan ego, mereka tidak bisa
mempertahankan hubungan mereka agar tidak retak.
Selalu Melibatkan Tuhan dalam Setiap Ujian
Ini
adalah kunci utama dalam komunikasi Islam yang disisipkan dalam drama ini. Selalu
melibatkan Tuhan dalam setiap ujian. Masalah yang mereka hadapi setelah
perpisahan terlalu berat untuk mereka jalani, tapi selalu ada Tuhan setiap ujian
yang mereka alami.



.jpeg)
0 Komentar