5 Annual Plan Selama Bulan Ramadan

 Annual plan? Ya, karena bulan Ramadan datangnya setahun sekali. Rencana ini pun ingin saya lakukan selama bulan Ramadan saja. Menurut saya, setelah mengalami pengamatan dengan mengeksprimenkan diri sendiri sebagai subjek da objek memang hanya bisa dituntaskan selama bulan Ramadan. Bukan berarti di hari-hari biasa tidak bisa. Bisa, kok. Akan tetapi kemantapan realisasinya sama sekali berbeda.

Apa sebenarnya yang ingin saya lakukan selama bulan Ramadan? Ini tidak ada kaitannya dengan kegiatan keagamaan seperti khatam qur’an, hafalan, dan lain-lain. Ini memang agenda tahunan karena di keluarga kami memang ada keketatan dalam hal-hal yang berkaitan dengan keagamaan. Ini soal lain, soal saya dan hobi saya. Tentang @oliverial_

Drafting and Blogging

Bagi yang rajin singgah ke blog saya, tentu paham sekali bagaimana tidak konsistennya saya dalam mengisi konten blog ini. Kesibukan yang menjadi-jadi setiap harinya luar biasa menguras energi. Setiap hari saya menulis draft untuk diwujudkan dalam celotehan di blog, tapi hasil akhirnya tetap mengendap bertahun sampai basi. Tulisan tidak jadi, tempo pembayaran domain meningkat. Saya kalah lagi dengan waktu.

Halaman Oliverial untu artikel BPN Ramadan Challenge 2022.
[Photo: Pribadi]

Selama bulan Ramadan adalah waktu yang tepat untuk mewujudkan apa yang disebut dengan konsisten dalam ngeblog. Sejujurnya tantangan BPN Ramadan Challenge ini sangat membantu mewujudkan rencana besar yang ingin saya lakukan. Jadinya saya mulai rajin menuliskan draft konten dan memublikasikan di blog saya. Tiga tahun belakang, saya gagal. Tapi tahun ini saya tidak mau gagal.

One Month Six Books

Sebagai member komunitas literasi Gerakan One Week One Book, saya tidak merasa aneh dengan tantangan ini. Kami terbiasa menantang diri kami sendiri untuk menamatkan satu buku dalam satu minggu. Ini juga berlaku selama bulan Ramadan. Namun dengan hanya melihat timbunan buku yang ingin saya baca, nyali saya sudah terplintir. Empat buku satu bulan sepertinya masih biasa saja. Akan tetapi, selama bulan Ramadan, saya ingin menamatkan enam judul buku dari negara berbeda. Baik itu dibaca melalui buku fisik atau digital.

Nonton Drama

Ugh, mungkin sebal membaca bagian ini. Serius! Saya ingin menamatkan sebanyak mungkin drama yang sudah saya masukkan dalam watching list di platform streaming drama saya. Bukan apa-apa, meskipun terlihat lebih banyak nonton daripada menulis jurnal, sebenarnya saya tidak punya waktu untuk nonton. Saya menonton drama jika sedang menyetrika atau insomnia kambuh.

Namun sejak mengenal soal ekranisasi (adaptasi film dari buku), saya jadi keranjingan nonton. Apalagi banyak sekali drama-drama beken yang diangkat dari buku-buku favorit saya seperti Harry Potter, Hana Yori Dango, The Moon That Embraces The Sun, Sungkyunkwan Scandal, Bridge To Terabithia, dan lain-lain. Jadi, meluangkan waktu khusus untuk menamatkan berbagai kisah yang diangkat ke dalam film bukanlah hal yang mudah untu saya. Itu pula yang menantang saya untuk tetap mencoba menonton drama selama bulan Ramadan.

Water Color Sketch

Menggambar dengan cat air bukan lagi hal yang langka sekarang. Tidak mesti masuk ke kelas lukis dengan biaya mahal, tapi cukup buka kanal YouTube atau instagram atau Tiktok. Semua yang kita butuhkan ada di sana. Rencana ini juga sudah lama sekali ada di benak saya. Serius belajar menggambar dengan cat air, tapi begitulah ceritanya. Hari-hari saya terdistraksi dengan kegiatan lain yang membuat saya menunda keinginan ini.

Saya pikir bulan Ramadan waktu yang tepat untuk mewujudkan keinginan ini. belajar dari hal yang biasa lakukan, kemudian berakhir dengan belajar serius. Syukur-syukur kalau hobi ini bisa menjadi bisnis. Setidaknya saya sempat membuat pembatas buku selama sebulan penuh.

Back To Kitchen

Ada beberapa resep yang saya kumpulkan dari teman-teman selama di Beijing yang ingin saya coba. Saya juga ingin mencoba resep-resep yang menarik minat saya di YouTube. Sebutlah resep-resep yang dibagikan oleh Devina Hermawan di kanal YouTubenya. Nah, selama ini saya selalu gagal meluangkan waktu untuk mencoba resep-resep tersebut.

[Photo: Pexels]

Namanya lagi hectic, makan dengan lauk yang dimasak sekedarnya saja. Selama masih bisa diterima perut, tentu saya tidak keberatan mengulang masakan yang sama setiap hari. Selama bulan Ramadan adalah momen yang tepat untuk mencoba semua resep dengan panduan YouTube Devina Hermawan dan Farah Quinn ini. Sekaligus menyiapkan hidangan berbuka, kan?

Beberes Ala KonMarie

Aduduh, ini yang paling sulit dari yang tersulit. Bagaimana tidak, setiap hari barang di rumah bertambah dan saya sayang membuangnya. Sedangkan konsep pertama Konmarie adalah membuang barang. Separuh isi lemari saya sudah berpindah tangan kepada yang lebih tahu memanfaatkan pakaian-pakaian.

Pakaian yang saya lepas untuk donasi itu juga sangat super layak pakai. Seringkali baru dua kali pakai, kemudian mulai tidak pas di badan atau saya tidak mau pakai lagi karena samaan dengan orang lain. Jadinya baju itu mendekam di lemari. Daripada dipakai kecoak, saya memutuskan untuk mendonasikan saja. Banyak sekali komunitas penerima donasi pakaian termasuk di kota kecil seperti Meulaboh.

Hal paling berat yang ingin saya lepas adalah buku. Bahkan buku catatan kuliah yang tidak pernah saya buka lagi pun sayang dibuang. Ini adalah tantangan berat untuk beberes ala Konmarie, tetapi saya harus menyelesaikan misi ini sebelum Idul Fitri tiba.

Selain lima hal di atas, banyak sekali yang ingin saya lakukan. Namun saya merasa waktu sekarang sudah sangat singkat. bangun tidur, masak, ibadah, beberes sebentar, ke kampus, main dengan si bayi. Eh, tahunya udah malam dan tengah malam saja. Alhasil sederet daftar to do list tertunda bahkan tidak terlaksanakan dengan baik.

By the way, apakah Anda merasakan hal yang sama dengan yang saya alami?

Posting Komentar

0 Komentar